Sisi Gelap Dunia Perfilman Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

 

  

Ternyata di dalam industri perfilman Hollywood itu terjadi banyak pelecehan. Banyak cerita Hollywood menceritakan bagaimana produser dan sutradara ingin "uji coba" pemeran wanita. Di jawaban yang lain sudah ada yang membahas Weinstein. Oleh karena itu dan kebetulan awal bulan ini, ketika saya masih boleh ke bioskop, saya menonton film Bombshell. Film ini tidak ada hubungannya langsung dengan sisi gelap industri perfilman, melainkan dengan sisi gelap industri pertelevisian. Sebab kedua-keduanya masih berhubungan satu sama lain. Namun, bagi kamu yang tidak ingin berlangganan film, ada beberapa rekomendasi website duniafilm21 yang bisa diakses secara gratis. Menariknya lagi, dengan genre film yang lengkap anda akan tertarik dan selalu menonton di situs ini.

 

 

Film Bombshell ini berdasarkan cerita nyata

 

Roger Ailes (1940 - 2017) adalah seorang pria tua yang mengepalai Fox News, jaringan televisi kabel kehidupan nyata. Film ini berfokus pada pembawa acara Megyn Kelly, Gretchen Carlson dan tokoh gabungan Kayla Pospisil. Tokoh ini nyatanya tidak ada, tetapi merupakan gabungan antara beberapa tokoh yang berbeda. Kelly adalah salah satu pembawa acara paling populer di Fox News dan akan memoderasi debat Partai Republik 2016. Pada hari perdebatan, dia menjadi sakit, tetapi masih mewawancarai Donald Trump terhadap komentar yang dia buat tentang wanita dan apakah temperamennya cocok untuk seorang presiden. Sebagai balasan, Trump berkicau di Twitter dan menghinanya dan membuat komentar di televisi tentang 'kemarahan-menstruasi' nya. Sedangkan Carlson dihapus sebagai pembawa berita utama Fox and Friends dan dipindahkan ke pertunjukan yang kurang populer. Karena muak mendapatkan komentar seksis yang keluar-masuk, dia bertemu dengan pengacara, Nancy Smith dan Neil Mullin. Kontrak Carlson mencegahnya untuk menuntut Fox, tetapi dia dapat menuntut Ailes sendiri. Ini akan membahayakan kariernya, tetapi kesaksian dari wanita lain akan membantunya. Pospisil bekerja untuk Carlson, tetapi segera menerima pekerjaan di The O'Reilly Factor. Carlson kesal dan mengatakan wanita harus tetap bersatu, tetapi Pospisil mengatakan dia setia pada jaringan.

 

Jadi intinya pada film ini Roger Ailes itu suka melecehkan para pekerja wanita dan meminta berhubungan badan dengan mereka. Banyak wanita yang terpaksa melakukannya demi karir mereka. Namun yang menolak akan didemosikan atau bahkan dipecat. Film Bombshell ini juga mengingatkan saya kepada tokoh Jimmy Savile (1926–2011) dari Britania Raya. Savile ini pembawa acara Top of the Pops di BBC, yang menyajikan musik-musik pop dan Jim'll Fix It,[2] di mana ia mengabulkan permintaan anak-anak kecil. Ulah Jimmy Savile ini lebih parah lagi, dalam kurun waktu 50 tahun, ia melecehkan tidak hanya kolega yang ingin naik pangkat, tetapi anak-anak dan remaja yang diundang ke acara televisinya. Menurut laporan resmi, ada 214 kelakuan Savile, yang meskipun tidak bisa dibuktikan, dicatat secara resmi sebagai tindak kriminal, bahkan beberapa di antaranya terkait bocah kecil berumur delapan tahun. Dari kasus-kasusnya ini ada 126 pelecehan dan 34 kasus berhubungan dengan penetrasi. Jadi di jawaban ini saya telah menyajikan dua kasus sisi gelap industri show business televisi, yang berkaitan dengan dua pria uzur: Jimmy Savile dari Britania Raya dan Roger Ailes dari Amerika Serikat. Pria-pria uzur ini biasanya memiliki kharisma dan kekuasaan, yang sangat besar. Sehingga orang tidak mempercayai para korban atau tidak berani mengkritik para bapak-bapak ini.

 

Salah satu sisi gelap industri perfilman yang akhirnya terkuak dan menjadi sebuah gelombang pergerakan secara global adalah kasus Harvey Weinstein, dan ini erat hubungannya dengan tagar MeToo di sosial media serta membuat istilah Weinstein effect mendunia. Singkat cerita, Harvey Weinstein adalah seorang produser film Hollywood yang ternama, dan sempat menjadi salah satu pemilik perusahaan film Miramax yang sukses membuat film layar lebar seperti Shakespeare in Love (1998), Pulp Fiction (1994), The Crying Game (1992) dan banyak lagi film bagus lainnya. Hingga Harvey Weinstein dan saudaranya keluar dari Miramax untuk membuat rumah produksi sendiri bernama The Weinstein Company di tahun 2005. Beberapa film layar lebar yang sukses dari The Weinstein Company adalah Django Unchained (2012), Inglourious Basterds (2009), The Butler (2013), dan Paddington (2015). Di bulan Oktober 2017, salah satu koran terbesar di Amerika Serikat, yaitu The New York Times dan kemudian diikuti oleh majalah The New Yorker memberitakan bahwa banyak wanita yang menuduh dan melaporkan kalau mereka telah dilecehkan secara seksual oleh Harvey Weinstein. Dan tercatat ada laporan dari 60 wanita yang bekerja di industri film memberikan pernyataan kalau mereka pernah mengalami sexual abuse, sexual assault, dan perkosaan oleh Harvey Weinstein selama periode 30 tahun. Total laporan dan tuduhan terhadap Harvey Weinstein di bulan Oktober 2017 sebanyak 80 kasus dan terus bertambah, hingga jaksa wilayah bagian New York mendakwa Harvey Weinstein di bulan Mei 2018 dengan dakwaan perkosaan, criminal sex act, sex abuse dan sexual misconduct.


Dari pendakwaan oleh jaksa wilayah, kemudian berlanjut ke sidang di pengadilan, dan akhirnya berujung kepada putusan pengadilan di bulan Maret 2020 berupa hukuman penjara kepada Harvey Weinstein selama 23 tahun. Jadi salah satu sisi gelap dalam industri perfilman adalah banyak predator yang memanfaatkan dan menggunakan jabatan atau posisi dirinya untuk mendapatkan benefit berupa kepuasan dirinya dalam masalah seksual terhadap pekerja film lelaki atau perempuan yang secara struktural berada dibawahnya, atau mendapatkan perintah dan juga upah dari dirinya. Ini berlaku tidak hanya di industri film Hollywood saja, tetapi saya rasa hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial kelakuan seorang aktor senior yang telah melakukan tindakan tidak sopan terhadap seorang artis sekaligus musisi bernama Mian Tiara di lokasi shooting hingga Mian melaporkan tindakan aktor itu kepada produser filmnya. Sang produser lalu menyampaikan keberatan artis tersebut kepada aktor senior tadi, dan mendapat jawaban berupa sanggahan. Tentu saja hal itu mengecewakan, maka Mian kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya dalam sebuah forum yang difasilitasi oleh project. Ternyata Mian bukan korban pertama, melainkan sudah banyak juga perempuan lain yang mendapat perlakuan tidak sepantasnya saat kerjasama dengan aktor senior tadi.

Situs yang direkomendasikan untuk para pecinta film gratis

Oleh karena itu, sebagaimana tempat kerja lainnya maka industri film juga harus memiliki batasan yang aman dan juga perlindungan bagi para pelakunya supaya terhindari dari hal-hal semacam ini. Dan yang perlu diperhatikan adalah kejadian seperti dialami oleh Mian Tiara tidak hanya berlaku kepada kaum wanita, tetapi juga terjadi di kalangan pria juga. Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan bisa kepada siapa saja. Kuncinya adalah jangan takut untuk melawan, baik secara verbal dengan speak up secara langsung terhadap pelakunya, atau physical seperti melalui gesture yang menyatakan penolakan dan lain sebagainya. Nonton film ns21 kini ada banyak caranya. Bukan hanya dengan pergi ke bioskop, tapi juga bisa berlangganan layanan streaming. Bahkan, kalau dihitung-hitung, harga langganannya lebih murah daripada menonton di bioskop.

Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Gambling Online Mampu Meningkatkan Kondisi Keuangan Anda | Dewa Togel

Permainan Pemerasan dalam Game Poker